| Depan | Profil | Galeri | Artikel | Tutorial | Humor | Berita Terkini | Info Lowongan Kerja | Cara Cari Uang |
-----------------------------------------------------------------
"Tujuan yang besar memberikan hasil yang besar. Tidak ada tujuan tidak ada hasil apapun, atau menghasilkan tujuan orang lain" (Mark Victor Hansen)

Sep 4, 2008

Korban Lumpur Lapindo Desak SBY Tekan Bakrie


JAKARTA - Sebanyak enam orang korban lumpur Lapindo mendatangi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) siang tadi, untuk mendesak Presiden memenuhi enam tuntutan mereka.

Keenam tuntutan tersebut antara lain, melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Peraturan Presiden No. 14/2007 terkait dengan pemenuhan ganti rugi yang belum terelisasi, memberikan penanganan layak dengan memasukkan korban lumpur Lapindo yang selama ini berada di luar peta terdampak dalam perolehan ganti rugi yang sama seperti dalam peta terdampak.

Tuntutan lainnya, memberi jaminan sosial penggantian kerugian material, memberikan jaminan kesehatan yang layak, memberikan jaminan keamanan atas keselamatan korban, mengupayakan secara maksimal menutup atau mematikan semburan lumpur.

"Pemerintahan Pak SBY harus bisa menekan Aburizal Bakrie untuk memenuhi tuntutan-tuntutan kami. Karena setidaknya ada empat orang korban lumpur Lapindo telah meninggal akibat menghirup gas beracun dari lumpur Lapindo," ujar Wiwih Wahjutini, warga kelurahan Siring RT09/02, Sidoarjo, di Kantor Kontras, Menteng, Jakarta, Kamis (4/9/2008).

Sekira 22 orang rombongan korban Lapindo datang sejak Jumat 29 Agustus pagi. Mereka terbagi atas tiga kelompok. Kelompok pertama mengurus masalah korban yang belum menerima 80 persen pembayaran, kelompok kedua mengenai masyarakat yang sudah habis masa kontraknya, dan kelompok terakhir mengenai korban yang di luar area namun dekat sekali dengan tanggul tempat semburan.

"Jumat kemarin kita telah bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum, dan Senin hingga Rabu kemarin datang ke DPR bertemu perwakilan dari PKS, PKB, PDIP," ujar Sep Muhamad, warga desa Telaga Harum, Sidoarjo, menambahkan.

Menurut pengakuannya, Partai Golkar dan Partai Demokrat tidak mau menerima kedatangan mereka. Namun hal tersebut tak terlalu dipermasalahkannya.

"Yang penting kita sudah melakukan dialog. Dan kita akan menunggu satu bulan sejauh mana mereka bisa memperjuangkan hak-hak kita. Kalau dalam sebulan tersebut tidak menghasilkan apa-apa, kita akan mengadakan demo besar-besaran ke Jakarta," ujarnya.(hri)(mbs)

sumber : okezone.com

No comments: